Pemandangan alam seperti pegunungan, bukit, desa yang terlihat hijau. Mengundang rindu yang segera dituntaskan pada riuhnya suasana aman dan damai.
Kamis, 26 Desember 2019
Kamis, 24 Oktober 2019
Beruntungnya Aku
Cahayu redup hanya ada rembulan
Sedang aku dengan pancar cahaya buatan
Sedang aku dengan pancar cahaya buatan
Aku yang menjadi kaum rebahan
sedangnya berjalan mencari uang
Matanya kosong menatap harap
Membuat nafas terasa berat
Kuberanikan beranjak melangkah mendekatinya
Dia sosok perempuan tua
Bola matanya sayu dengan tatap gelisah
Namun bibir tersenyum tiba berkata
"Maukah beli nak ? barang terjual ini disumbangkan Rp 1.000 ke anak Yatim juga"
Aku terdiam, mengamati seketika
Wajahnya ...
Tertempel balutan Salonpas
Penuh pada kepala, Kaki dan tangan
Pakaian sobek juga tak layak
Menggendong "keset kaki tebal" berkarung di pundak
Berpindah-pindah tempat, menawarkan pada orang berlalu-lalang
Hanya demi receh untuk anak yatim dan keluarga
Aku melamun setelahnya,
Kurang apa diri ini ?
Yang masih sering mengeluh pada-Mu
Sedang diluar sana banyak yang kurang beruntung
Hidup hanya dengan berharap ulur tangan
Menunggu belas kasih Orang yang datang
Kurang apa Koruptor pula ?
Sebelum jadi koruptor hidup serba ada
Jadi koruptor, makin bingung mau dipakai buat apa
Langganan:
Komentar (Atom)
TOLERANSI BERAGAMA DI INDONESIA
Berada di Indonesia yang merupakan Negara multikulturalisme dimana memiliki ragam kebijakan budaya dalam kehidupan masyarakat dengan menyang...
-
Kau hadir meski tak ku undang Memberikan aku kasih iba Perhatian yang kau lakukan dalam dinginnya lingkungan Tak menjadikan aku se...
-
Perempuan-perempuan menyatakan bahwa dalam keadaan dunia sedang melawan pandemi covid-19, mereka masih tetap berjalan dengan tangguh seakan ...

