Kamis, 27 Agustus 2020

COVID-19 : TIDAK MENGGUGURKAN PEREMPUAN BER-PROGRESIF

Perempuan-perempuan menyatakan bahwa dalam keadaan dunia sedang melawan pandemi covid-19, mereka masih tetap berjalan dengan tangguh seakan tidak terjadi apa-apa. Menyanggupi untuk bekerja, belajar dan berbelanja secara jarak jauh bahkan beberapa perempuan tetap datang bekerja secara social distancing mengikuti protokol kesehatan. Semangat dan spirit seperti inilah yang perlu dijaga dalam pemikiran kita bahwa dalam keadaan apapun perempuan tetap bisa dan selalu bisa selama kita sendiri mau mencobanya.

Indonesia sendiri sudah menjalani masa Covid-19 terhitung sejak awal maret. Banyak kebijakan-kebijakan yang dibuat pemerintah untuk meredam dan menjaga stabilitas Negara. Dari sini warga Negara Indonesia berperan semua, tidak ada perbedaan laki-laki maupun perempuan, saling gotong royong melawan Pandemi, karena ketika bersama maka semakin kuat untuk melawan virus tersebut. Namun hanya beberapa orang saja yang memiliki pemikiran modern seperti ini, segelintir orang masih saja ada yang tidak bisa mengendalikan diri untuk berdiam dirumah ataupun melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat dirumah. Tidak sedikit perempuan yang dirumah menjadikan rumah sebagai tempat yang aman bagi mereka.

Menelisik lebih jauh dengan belajar memaknai “Perempuan adalah tiang Negara, Negara kokoh jika tiangnya kokoh”, yang mana perempuan sebagai ornamen entitas warga Negara yang tinggal di NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), perempuan yang memiliki andil besar, tidak hanya dari segi kuantitas tetapi juga kualitas, seimbang dengan laki-laki. Ketika perempuan memilih dengan sadar untuk menjadi seorang ibu rumah tangga atau berperan ganda dengan bekerja di sektor publik, maka perempuan akan mengerjakan pilihannya tersebut secara baik-baik, sehingga dapat membuktikan bahwa perempuan itu multitasking. Perbedaan antara laki-laki dan perempuan berada pada derajat ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam hal sosial, kedudukan perempuan setera dengan laki-laki, sejak adanya emansipasi perempuan, kita bisa melihat para perempuan tidak hanya berdiam dirumah, kaum hawa bebas menentukan hak-haknya seperti halnya yang didapatkan oleh laki-laki. Contohnya saja sudah banyak perempuan hebat menjadi pemimpin di kantor, pemerintahan maupun Negara. Selama perjalanan perempuan, terbuktilah bahwa perempuan bukanlah makhluk lemah, sejatinya perempuan lebih tenang, teliti dan gigih. Dan perempuan yang baik juga tidak akan pernah melawan kodrat-nya sebagai perempuan.

Berbicara peran perempuan ditengah pandem, kepanikan pasti dirasakan namun bukan hanya perempuan melainkan seluruh penjuru dunia. Pada masa sulit seperti ini perempuan dituntut untuk menggali potensi diri yang dimiliki supaya tidak hanya menjadi sosok inspirasi bagi perempuan lainnya melainkan memberikan dampak yang luas seperti bersama-sama memberikan bantuan tenaga, empati, kesiap-siagaan sebagai penggerak perubahan di lingkungan masing-masing.  Hal ini dapat menunjukkan bahwa perempuan memberikan kontribusi yang nyata.

Fenomena perempuan tahun 2020 ini memainkan banyak perananan, ada yang masih bekerja datang ke tempat, bekerja dari rumah, kuliah dari rumah, rapat dari rumah, mendampingi belajar, menciptakan suasana rumah yang tidak membosankan, menjaga asupan gizi keluarga, memastikan anggota keluarga tetap sehat serta menjaga laporan keuangan keluarga agar mencukupi selama pandemi Covid-19 yang notabennya banyak orang bekerja dari rumah dengan penghasilan yang kurang mencukupi.

Jangan mundur hanya karena keadaan yang sedang mencoba mendesak mengajak untuk pasif atau malah bermalas-malasan. Dalam perjumpaan kuliah masih sering ditemui perempuan-perempuan dengan rasa kurang percaya diri untuk show up kepiawaian. Maka di tahun Covid-19 ini alangkah baiknya jika perempuan maju dua langkah sekaligus, menghapus kekurangan pada masa lampau dan mau berpandangan kedepan melihat luasnya dunia dan mampu bercita-cita.

Kartini pernah bercita-cita tentang tidak adanya diskriminasi perempuan, maka bagaimanakah kita melanjutkan cita-cita kartini ditengah pandemi ini ?

Dariku hanya ada satu jawaban yaitu dengan memiliki peran yang sama untuk mengaktualisasikan diri dengan turut berkontribusi sesuai andilnya para laki-laki. Berikan kesempatan kepada diri sendiri untuk menunjukkan kemampuan atas peran-peran yang di miliki masing-masing. Kawanku perempuan, ber-progres tidak harus selamanya nampak terlihat dengan mata, namun hasil yang memberikan impact besar dapat mengukur seberapa niat diri ber-progress. Dimanapun dan kapanpun perempuan melangkah, maka perempuan tetap bisa bergerak !


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TOLERANSI BERAGAMA DI INDONESIA

Berada di Indonesia yang merupakan Negara multikulturalisme dimana memiliki ragam kebijakan budaya dalam kehidupan masyarakat dengan menyang...