Perempuan-perempuan menyatakan bahwa
dalam keadaan dunia sedang melawan pandemi covid-19, mereka masih tetap
berjalan dengan tangguh seakan tidak terjadi apa-apa. Menyanggupi untuk
bekerja, belajar dan berbelanja secara jarak jauh bahkan beberapa perempuan tetap
datang bekerja secara social distancing
mengikuti protokol kesehatan. Semangat dan spirit seperti inilah yang perlu dijaga
dalam pemikiran kita bahwa dalam keadaan apapun perempuan tetap bisa dan selalu
bisa selama kita sendiri mau mencobanya.
Indonesia sendiri sudah
menjalani masa Covid-19 terhitung
sejak awal maret. Banyak kebijakan-kebijakan yang dibuat pemerintah untuk
meredam dan menjaga stabilitas Negara. Dari sini warga Negara Indonesia
berperan semua, tidak ada perbedaan laki-laki maupun perempuan, saling gotong
royong melawan Pandemi, karena ketika bersama maka semakin kuat untuk melawan
virus tersebut. Namun hanya beberapa orang saja yang memiliki pemikiran modern
seperti ini, segelintir orang masih saja ada yang tidak bisa mengendalikan diri
untuk berdiam dirumah ataupun melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat dirumah. Tidak
sedikit perempuan yang dirumah menjadikan rumah sebagai tempat yang aman bagi
mereka.
Menelisik lebih jauh
dengan belajar memaknai “Perempuan adalah
tiang Negara, Negara kokoh jika tiangnya kokoh”, yang mana perempuan
sebagai ornamen entitas warga Negara yang tinggal di NKRI (Negara Kesatuan
Republik Indonesia), perempuan yang memiliki andil besar, tidak hanya dari segi
kuantitas tetapi juga kualitas, seimbang dengan laki-laki. Ketika perempuan
memilih dengan sadar untuk menjadi seorang ibu rumah tangga atau berperan ganda
dengan bekerja di sektor publik, maka perempuan akan mengerjakan pilihannya
tersebut secara baik-baik, sehingga dapat membuktikan bahwa perempuan itu
multitasking. Perbedaan antara laki-laki dan perempuan berada pada derajat
ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Dalam hal sosial,
kedudukan perempuan setera dengan laki-laki, sejak adanya emansipasi perempuan,
kita bisa melihat para perempuan tidak hanya berdiam dirumah, kaum hawa bebas
menentukan hak-haknya seperti halnya yang didapatkan oleh laki-laki. Contohnya
saja sudah banyak perempuan hebat menjadi pemimpin di kantor, pemerintahan
maupun Negara. Selama perjalanan perempuan, terbuktilah bahwa perempuan
bukanlah makhluk lemah, sejatinya perempuan lebih tenang, teliti dan gigih. Dan
perempuan yang baik juga tidak akan pernah melawan kodrat-nya sebagai
perempuan.
Berbicara peran
perempuan ditengah pandem, kepanikan pasti dirasakan namun bukan hanya
perempuan melainkan seluruh penjuru dunia. Pada masa sulit seperti ini
perempuan dituntut untuk menggali potensi diri yang dimiliki supaya tidak hanya
menjadi sosok inspirasi bagi perempuan lainnya melainkan memberikan dampak yang
luas seperti bersama-sama memberikan bantuan tenaga, empati, kesiap-siagaan
sebagai penggerak perubahan di lingkungan masing-masing. Hal ini dapat menunjukkan bahwa perempuan
memberikan kontribusi yang nyata.
Fenomena perempuan
tahun 2020 ini memainkan banyak perananan, ada yang masih bekerja datang ke
tempat, bekerja dari rumah, kuliah dari rumah, rapat dari rumah, mendampingi
belajar, menciptakan suasana rumah yang tidak membosankan, menjaga asupan gizi
keluarga, memastikan anggota keluarga tetap sehat serta menjaga laporan
keuangan keluarga agar mencukupi selama pandemi Covid-19 yang notabennya banyak
orang bekerja dari rumah dengan penghasilan yang kurang mencukupi.
Jangan mundur hanya
karena keadaan yang sedang mencoba mendesak mengajak untuk pasif atau malah
bermalas-malasan. Dalam perjumpaan kuliah masih sering ditemui
perempuan-perempuan dengan rasa kurang percaya diri untuk show up kepiawaian. Maka di tahun Covid-19 ini alangkah baiknya jika
perempuan maju dua langkah sekaligus, menghapus kekurangan pada masa lampau dan
mau berpandangan kedepan melihat luasnya dunia dan mampu bercita-cita.
Kartini pernah
bercita-cita tentang tidak adanya diskriminasi perempuan, maka bagaimanakah kita melanjutkan cita-cita kartini ditengah pandemi
ini ?
Dariku hanya ada satu
jawaban yaitu dengan memiliki peran yang sama untuk mengaktualisasikan diri dengan
turut berkontribusi sesuai andilnya para laki-laki. Berikan kesempatan kepada
diri sendiri untuk menunjukkan kemampuan atas peran-peran yang di miliki
masing-masing. Kawanku perempuan, ber-progres tidak harus selamanya nampak
terlihat dengan mata, namun hasil yang memberikan impact besar dapat mengukur
seberapa niat diri ber-progress. Dimanapun dan kapanpun perempuan melangkah,
maka perempuan tetap bisa bergerak !

Tidak ada komentar:
Posting Komentar