Kamis, 24 Oktober 2019

Beruntungnya Aku



Cahayu redup hanya ada rembulan
Sedang aku dengan pancar cahaya buatan
Aku yang menjadi kaum rebahan
sedangnya berjalan mencari uang

Matanya kosong menatap harap
Membuat nafas terasa berat
Kuberanikan beranjak melangkah mendekatinya

Dia sosok perempuan tua
Bola matanya sayu dengan tatap gelisah
Namun bibir tersenyum tiba berkata
"Maukah beli nak ? barang terjual ini disumbangkan Rp 1.000 ke anak Yatim juga"

Aku terdiam, mengamati seketika
Wajahnya ...
Tertempel balutan Salonpas
Penuh pada kepala, Kaki dan tangan

Pakaian sobek juga tak layak
Menggendong "keset kaki tebal" berkarung di pundak
Berpindah-pindah tempat, menawarkan pada orang berlalu-lalang
Hanya demi receh untuk anak yatim dan keluarga

Aku melamun setelahnya,
Kurang apa diri ini ?
Yang masih sering mengeluh pada-Mu

Sedang diluar sana banyak yang kurang beruntung
Hidup hanya dengan berharap ulur tangan
Menunggu belas kasih Orang yang datang

Kurang apa Koruptor pula ?
Sebelum jadi koruptor hidup serba ada
Jadi koruptor, makin bingung mau dipakai buat apa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TOLERANSI BERAGAMA DI INDONESIA

Berada di Indonesia yang merupakan Negara multikulturalisme dimana memiliki ragam kebijakan budaya dalam kehidupan masyarakat dengan menyang...