Kamis, 27 Agustus 2020

REVOLUSI DARI MILLENIAL UNTUK INDONESIA MAJU DI EKONOMI ERA COVID-19

Indonesia merupakan Negara berkembang yang terletak di Asia Tenggara dengan populasi hampir 270.054.853 jiwa pada tahun 2018 yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada diantara daratan benua Asia dan Australia, serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia juga adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau. Fakta ini yang membuat Indonesia kaya akan kekayaan alam dilaut bahkan di daratan. Menurut salah seorang peraih Nobel Ekonomi ini, pertumbuhan ekonomi dicapai oleh tiga faktor, yakni peningkatan persedian barang yang stabil, kemajuan teknologi, serta penggunaan teknologi secara efisien dan efektif. Namun permasalahan yang biasa terjadi pada Negara berkembang adalah pengelolaan Sumber daya alam yang terhambat akibat fasilitas kurang memadai sehingga sumber daya alam tidak dapat di manfaatkan semaksimal mungkin oleh masyarakat Indonesia dan kuantitas penduduk yang semakin meningkat namun tidak didukung dengan lapangan pekerjaan yang dapat mengurangi pengangguran di Indonesia. Lapangan pekerjaan di Indonesia pun tersebar tidak merata, adanya perbedaan pembangunan serta variansi lapangan pekerjaan antara Kota dan Desa membuat masyarakat lebih berminat bekerja di Kota sehingga banyak masyarakat merantau atau menetap di Kota, akibatnya memicu penyebaran penduduk menjadi tidak seimbang di Indonesia.

Terlepas dari kekurangan tersebut dapat mempengaruhi perekonomian di Indonesia. Namun, pemerintah selalu berupaya untuk membangun Indonesia menjadi lebih berkemajuan dengan menggencarkan pembangunan infrastruktur yang dapat mendukung perekonomian di tiap-tiap wilayah yang dapat mempermudah jalur pendistribusian barang dan jasa. Serta kegiatan ekspor, impor, pajak menjadi sumber devisa Negara yang memiliki predikat Negara berkembang. Pengaruh dari luar seperti perekonomian dunia yang tidak stabil memicu perekonomian negara-negara lain, salah satunya Indonesia yang cenderung mengalami fluktuasi. Fluktuasi tersebut diakibatkan dari kerjasama yang dijalin Indonesia dengan Negara-negara lain seperti proses ekspor impor.

Dalam perjalanannya, Indonesia mencatatkan pasang-surut pertumbuhan ekonomi dari masa ke masa pemerintahan saat ini. Sebagai data awal, per kuartal III-2018, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat 5,17 persen, lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 5,06 persen. Secara tahunan, pertumbuhan ekonomi 2017 mencapai 5,07 persen, angka tertinggi sejak 2014. Memang, angka itu masih di bawah pertumbuhan ekonomi masa pemerintahan Soeharto yang sempat menembus 10 persen, sehingga ketika itu Indonesia dipuja-puji sebagai salah Macan Asia. Bahkan, kinerja ekonomi saat ini masih di bawah capaian pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono yang bisa di atas 6 persen.

"Sekarang kita jelas tumbuh lebih baik, meski pertumbuhan di bawah zaman Orde Baru tapi reformasi ekonomi kita menunjukkan perbaikan pesat," ujar Chief Economist Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih, kepada Kompas.com, Senin (5/11/2018).

Kini Indonesia 2019 sangat dirasakan sekali, ketika DPR akan mengadakan Sidang paripurna untuk pembahasan RUU Cipta Kerja yang digadang sebagai Pesta Demokrasi karena didalamnya terdapat rencana-rencana untuk pembangunan Indonesia dan membebaskan investor dan pekerja luar negeri, namun pembahasan itu tertunda akibat pandemi Covid-19 yang mana Buruh dan Mahasiswa Indonesia mengingkan adanya penundaan karena dirasa RUU Cipta Kerja tersebut memang bagus untuk para investor, Luar Negeri serta Perusahaan Swasta tetapi tidak menguntungkan bagi Rakyat Indonesia sebab persaingan di Negara sendiri (Indonesia) akan lebih ketat dan mengurangi lapangan pekerjaan yang dapat menerima Orang Indonesia sendiri.

Dengan adanya Pandemi Covid-19 mengakibatkan turunnya nilai tukar rupiah ke USD meskipun bukan hanya Indonesia saja yang mengalami namun Negara lain yang terdampak oleh Virus Covid-19. Tercatat pada Senin, 30 Maret 2020 1 Rupiah ke USD berjumlah 16,259.32. Pandemi ini mempengaruhi perekonomian dunia lantaran virus tersebut mewabah hampir seluruh Negara dan melumpuhkan ekonomi di masing-masing Negara, seperti hal kecil saja dapat mempengaruhi sisi produksi dan distrubusi barang, baik barang sekunder, primer maupun terrier yang dibutuhkam oleh konsumen. Padahal di Indonesia kini, Virus masuk ke Indonesia mendekati bulan-bulan persiapan Hari Ramadhan, sehingga banyak barang kebutuhan pokok yang langka dan menjadi harganya semakin tinggi. Tentunya ini akan menjadi catatan sejarah di dunia dan khususnya Indonesia sendiri yang mengalami 4 (empat) Kejadian Luar Biasa sekaligus dalam 1 tahun.

Mahasiswa digadang sebagai agent of change dan Responsif apalagi di era 4.0 yang disebut sebagai kaum Millenial pasti berpendapat untuk berdiam saja tidak akan mempengaruhi Negara menjadi membaik. Menilik kondisi ekonomi saat ini, dapat menganalisa bahwa masih bisa membantu secara nyata namun tidak bertatap langsung. Dengan mematuhi anjuran pemerintah, menyebarkan informasi bermanfaat berkaitan Corona baik penyegahan ataupun cara hidup sehata serta menyebarkan berita-berita fakta agar Warga Indonesia tidak dibuat panik yang dapat membuat imun dalam diri seseorang turun. Baiknya pula tetap beraktivitas secara online, seperti bekerja online dan Kuliah online yang mana dapat membantu perekonomian dan pendidikan orang lain maupun diri sendiri.

Revolusi Indonesia dapat terlaksana dengan hal kejadian luar biasa ini, dimana seluruh aktivitas berbasis online, menerapkan era 4.0 ini secara implementasi bukan hanya teori. Dengan kesadaran berbasis online meski banyak kendala karena kurangnya fasilitas yang memadai dari Indonesia sehingga Basis online ini belum bisa dikatakan lancar, tapi dengan berjalannya waktu akan menjadikan terbiasa Warga Indonesia. Jika basis online dan Indonesia mendukung Jaringan internet 4G, akan membantu Indonesia dalam menerapkan Era 4.0 dan dapat bersaing dengan Warga Negara yang sudah maju atau Negara berkembang di Asia Tenggara yang bisa dijadikan percontohan adalah Negara Singapura. Berbicara Revolusi maka berbicara kualitas Sumber Daya Manusia di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TOLERANSI BERAGAMA DI INDONESIA

Berada di Indonesia yang merupakan Negara multikulturalisme dimana memiliki ragam kebijakan budaya dalam kehidupan masyarakat dengan menyang...